.jump-link{ display:none }

Minggu, 03 Juli 2016

Tips Ramadhan Sukses dan Berkah

Ramadhan adalah momen dimana kita mempunyai banyak peluang untuk meningkatkan kualitas ibadah kita. Sebagai seorang muslim yang taat tentunya kita menginginkan peningkatan tersebut berjalan signifikan.

Caranya cukup mudah: lakukan seluruh ibadah mahdhoh tepat waktu dan di awal waktu serta konsistenlah. Atau kami kalangan muslim biasa menyebutnya dengan Istiqomah. Dan lengkapi pula dengan ibadah-ibadah Sunnah dan muamalah (sikap sosial) yang baik dan ramah. Ga lucu kalau kita masih suka mengeluh padahal sholat udah lima waktu penuh. Ga lucu kalau kita masih suka marah padahal sudah berkali-kali sholat sunnah. Jadi tetaplah dan sempurnakanlah segala ibadah mahdhoh kita dengan muamalah yang tidak sempurna. Apakah sulit?? Jelas! Tapi Allah tidak akan membiarkan hamba-nya terlalu lama dalam usaha-usahanya. Hasil yang sempurna insyaAllah segera diterima.

Yang terakhir dan terpenting adalah melakukan ibadah-ibadah tadi dengan konsisten/istiqomah. Ini yang paling sulit. Terkadang ada saja hal-hal yang membuat kita tidak Istiqomah, baik dari pribadi diri kita (internal) maupun dari kegiatan-kegiatan atau hal tak terduga di luar diri kita (eksternal). Mau tidak mau, kita harus menemukan solusi supaya target Istiqomah ini berhasil dijalani.Demi Ramadhan :)

Berikut ini beberapa tips agar selalu istiqamah:
1. Mengendalikan mood dengan melakukan ibadah ghoiru mahdhah yang merupakan hobi kita.
Seperti : menulis ayat al Quran dengan kaligrafi, membaca beberapa ayat dengan metode qiraah, menjahit, mencoba beberapa resep kue, main game, dll.
Eits, apakah itu semua ibadah?? Iya dong! Semua hal yang kita tautkan pada Allah adalah ibadah.

2. Melakukan ibadah-ibadah mahdhoh kita di manapun dan kapanpun, meskipun dalam perjalanan dan kendaraan.

3. Jika berhubungan dengan kegiatan atau orang lain, kita harus melaksanakan ibadah-ibadah tadi sebelum/sesudahnya. Dengan catatan tanpa mengurangi porsinya sedikitpun.

Itu tadi beberapa tips dari apa yang pernah penulis rasakan dan jalankan. Siapapun boleh dan harus menemukan caranya masing-masing, supaya momen Ramadan kali ini berjalan sesuai harapan kita.

Sukses Ramadhan!

--------
Ini recommended game yang mungkin bisa mengembalikan mood kita.
Infinity Loop: Blueprints game - dive into the world of immersive puzzles! http://bit.ly/INfinityLoop #infinityloop.mobi

Read More..

Kamis, 07 Agustus 2014

ta'aruf

Siapa yang tahu masa depan selain Allah, pencipta seluruh alam ini.
Hampir genap satu bulan, saya menjalani proses ta'aruf dengan orang yang sama sekali tidak saya kenal. Banyak pihak menilai bahwa proses yang saya jalani kemarin sangat mudah. Dan memang, saya sendiri menyaksikan semua proses dari awal, sama sekali tidak ada hambatan.

Hanya dikenalkan sebuah nama oleh sanak saudara jauh saya, saya hanya diam. Saya hanya bisa merasai perih yang teramat ketika akhirnya saya menerima sms dari orang yang akan dikenalkan dengan saya itu. Banyak sekali tanya yang terlintas di fikiran saya kala itu:

Sudah saatnya kah saya menjalani proses ta'aruf ini?
Sudah baikkah diri saya untuk menjadi seorang istri?
Sudah layakkah saya menjadi makmum untuk seorang imam?
Sudahkah saya ikhlas terhadap segala rupa masa lalu saya?
Sudahkah saya siap menghadapi masa depan dengan judul baru di pundak?

Namun, semua tanya itu perlahan mengalah, ketika air mata saya bercerita kepada Umi. Umi hanya senyum dan berkata sabar,
"Yang dibutuhkan sekarang hanya pasrah, nduk. Ikuti saja alurnya, jangan mengelak, jangan pula terlalu mengharap. Allah mempunyai banyak cara untuk mewujudkan kehendakNya, sesuai dengan apa yang telah ditetapkanNya dalam Lauh Mahfudh"
Tangis saya mulai menjadi. Namun, saya total berpasrah selanjutnya, saya benar-benar mengikuti alurnya, dan nyaris hanyut.

Setelah istikhoroh dilakukan berbagai pihak dan hasilnya berkesimpulan baik, saya mulai memberanikan untuk tersenyum setiap kali membacai sms darinya. Sms kami tidak pernah hanya untuk sekedar guyonan, semuanya disiapkan untuk menuju amanah besar Allah. Berkali-kali dia pun mengingatkan saya.
Dan karena di dalam keluarganya masih menggunakan adat Jawa, tanggal kelahiran kami pun harus lolos dari hitungan ini jika mengingikan untuk melanjutkan niat beribadah ini. Saya hanya mengiringi dengan bismillah ketika saya mengetikkan hari dan tanggal kepadanya melalui sms, kemudian menunggui beberapa saat, hingga kabar baik pun datang. Ya, hasil hitungan weton kami berdua baik. Tak ada masalah

Sampai di sini, seluruh pihak yang membimbing dan mengawal proses ta'aruf kami, menilai bahwa kami mungkin saja berjodoh. Dua proses besar telah terlewati dengan hasil yang baik.

Namun, hari ini saya tahu. Saya tahu bahwa sebenarnya saya tidak pernah mengetahui apa apa dalam kehidupan ini, apa apa yang sebenarnya masih tersembunyi di balik segala kebaikan yang terlihat. Setelah tiga hari saya merasai gejolak dalam hati saya, malam ini saya beranikan diri untuk menanyakan kepadanya. Lagi lagi hanya melalui sms; bagaimanakah?

'Maaf, mungkin kita belum berjodoh, karena saya belum mendapat restu dari ndalem'

Ya, baginya adalah sebuah keharusan menuai restu dari pihak yang selama ini membimbing dan mengasuhnya. Ndalem adalah keluarga pak Yai yang selama ini ia mondok di pesantrennya.

Cerita ini sederhana. Tak ada yang rumit di antara kami. Kecuali satu hal;
Kadang manusia merasa telah berpasrah kepada Sang Esa, tapi sesungguhnya mereka hanya sedang berprasangka luar biasa baik kepadaNya, hingga terkadang mereka justeru tidak siap dengan hal yang terjadi setelahnya yang mungkin tidak sama dengan prasangka itu. Read More..

Rabu, 06 Agustus 2014

Bunga #2

Bunga..
mekarmu tentu bukan sembilu
sendiri bermekar
sudah kuat tangkai dan daun mengakar
menawar seluruh hama sekitar
indah tak ternilai

Bunga..
cukup pahami rerumputan
kau akan hidup
meski rerumputan itu mengering
cukup tunggu
ia akan kembali menghijau

Bunga..
jangan menguning.. Read More..

Sabtu, 26 Juli 2014

Bunga

Bunga..
kau bukan fatamorgana
kau meliuk lebih dalam
kala ini
dan mengingatkanku
tentang diriku dan dirinya

Bunga..
benarkah dirimu
ku harap kau lah kebenaran itu
kini
meski malu untuk nyata ku akui
dia

Bunga..
sejatikah nantinya
ku harap tak ada lain
hingga nanti
meski rapat sekali ku dekap
kedua telapak tanganku
dulu

Bunga..
tiba-tiba aku ingin sekali memetikmu.. Read More..